Elektronika Industri

Elektronika Dasar, Elektronika Digital, Rangkaian Elektronika, Komponen Elektronika, Download Materi Elektronika

ATMega 16 :: Mikrokontroler AVR ATMega16

ATMega 16 :: Mikrokontroler AVR ATMega16 – Hadir kembali di blog Elektronika Industri yang kali ini akan mengupas tentang Mikrokontroler AVR ATMega16 dimana pada artikel sebelumnya kita sudah membahas tentang  Teori dan Aplikasi Mikrokontroler Atmega 8535. Untuk lebih detailnya mari kita simak artikel di bawah ini.

AVR merupakan seri mikrokontroler CMOS 8-bit buatan Atmel, berbasis arsitektur RISC (Reduced Instruction Set Computer). Hampir semua instruksi dieksekusi dalam satu siklus clock. AVR mempunyai 32 register general-purpose, timer/counter fleksibel dengan mode compare, interrupt internal dan eksternal, serial UART, programmable Watchdog Timer, dan mode power saving, ADC dan PWM internal. AVR juga mempunyai In-System Programmable Flash on-chip yang mengijinkan memori program untuk diprogram ulang dalam sistem menggunakan hubungan serial SPI. ATMega16.

Beberapa keistimewaan dari AVR ATMega16 antara lain:

a. Advanced RISC Architecture

  • 130 Powerful Instructions – Most Single Clock Cycle Execution
  • 32 x 8 General Purpose Fully Static Operation
  • Up to 16 MIPS Throughput at 16 MHz
  • On-chip 2-cycle Multiplier

b. Nonvolatile Program and Data Memories

  • 16 K Bytes of In-System Self-Programmable Flash
  • Optional Boot Code Section with Independent Lock Bits
  • 512 Bytes EEPROM
  • 1024 Bytes Internal SRAM
  • Programming Lock for Software Security

c. Peripheral Features

  • Two 8-bit Timer/Counters with Separate Prescalers and Compare Mode
  • Two 8-bit Timer/Counters with Separate Prescalers and Compare Modes
  • One 16-bit Timer/Counter with Separate Prescaler, Compare Mode, and Capture Mode
  • Real Time Counter with Separate Oscillator
  • Four PWM Channels
  • 8-channel, 10-bit ADC
  • Byte-oriented Two-wire Serial Interface
  • Programmable Serial USART

d. Special Microcontroller Features

  • Power-on Reset and Programmable Brown-out Detection
  • Internal Calibrated RC Oscillator
  • External and Internal Interrupt Sources
  • Six Sleep Modes: Idle, ADC Noise Reduction, Power-save, Powerdown, Standby and Extended Standby

e. I/O and Package

  • 32 Programmable I/O Lines
  • 40-pin PDIP, 44-lead TQFP, 44-lead PLCC, and 44-pad MLF

f. Operating Voltages

  • 2.7 – 5.5V for Atmega16L
  • 4.5 – 5.5V for Atmega16

 

ATMega 16 :: Mikrokontroler AVR ATMega16

ATMega 16 :: Mikrokontroler AVR ATMega16

Gambar 3. Pin-pin ATMega16 kemasan 40-pin

 

Pin-pin pada ATMega16 dengan kemasan 40-pin DIP (dual inline package) ditunjukkan oleh gambar 1. Guna memaksimalkan performa, AVR menggunakan arsitektur Harvard (dengan memori dan bus terpisah untuk program dan data).

Konfigurasi pin ATMEGA16

Konfigurasi pin ATMEGA16 dengan kemasan 40 pin DIP (dual in-line package) dapat dilihatpada gambar 1.2 dari gambar diatas dapat dijelaskan fungsi dari masing-masing ATMEGA16 sebagai berikut:

  • VCC merupakan pin yang berfungsi sebai masukan catu daya.
  • GND merupakan pin Ground.
  • Prt A (PA0..PA7) merupakan pin input / outut dua arah dan pin masukan ADC.
  • Port B (PB0..PB7) merupaka pin input / output dua arah dan pin fungsi khusus, seperti dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 3. Fungsi khusus PORT B

PIN

Fungsi khusus

PB7

SCK (SPI Bus Serial Clock)

PB6

MISO (SPI Bus Master Input/ Slave Otput

PB5

MISO (SPI Bus Master Output/ Slave Input

PB4

 (SPI Slave Select Input)

PB3

AIN1 (Analog Comparator Negative Input) OC0 (Timer/ Counter 0 Output Compare Match Output)

PB2

AIN0 (Analog Comparator Positive Input) INT2 (External Interupt 2 Input)

PB1

T1 (Timer/ Counter1 External Counter Input)

PB0

T0 T1 (Timer/ Counter0 External Counter Input) XCK (USART External Clock Input/Output)

 

  • Port C (PC0..PC7) merupakan pin input/ output dua arah dan pin fungsi khusus, seperti dapat dilihat pada tabel dibawah:

Tabel 4. Port C (PC0..PC7) merupakan pin input/ output dua arah

PIN

Fungsi khusus

PC7

TOSC2 (Timer Oscillator PIN2)

PC6

TOSC1 (Timer Oscillator PIN1)

PC5

TDI (JTAG Test Data In)

PC4

TD2 (JTAG Test Data Out)

PC3

TMS (JTAG Test Mode Select)

PC2

TCK (JTAG Test Clock)

PC1

SDA (Two-wire Serial Bus Data Input/ Output line)

PC0

SCL ( Two-wire Serial Bus Clock Line)

 

  • Port D (PD0..PD7) merupakan pin input/output dua arah dan pin khusus, seperti dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 5. Port D (PD0..PD7) merupakan pin input/output dua arah dan pin khusus

PIN

Fungsi khusus

PD7

OC2 (Timer/ counter2 Output Compare Match Output)

PD6

 ICP (Timer/ Counter1 Input Capture Pin)

PD5

OC1A (Timer/ Counter1 Output Compare A Match Output)

PD4

OC1B (Timer/ Counter1 Output Compare B Match Output)

PD3

INT1 (External Interrupt 1 Input)

PD2

INT2 (External Interrupt 0 Input)

PD1

TXD (USART Output Pin)

PD0

RXD (USART Input Pin)

 

  • Reset merupakan pin yang digunakan untuk m me-reset mikrokontroller.
  • XTAL1 dan XTAL2 merupakan pin masukan clock eksternal.
  • AVCC merupakan pin masukan tegangan intuk ADC.
  • AREF merupakan pin masukan tegangan referensi ADC.

Demikianlah informasi tentang Mikrokontroler AVR ATMega16 dari Elektronika Industri. Jangan lupa share ke temen-temen yang lain ya melalui facebook, twitter dan googleplus. Semoga artikel ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan pengunjung blog ini mengenai ATMega 16 :: Mikrokontroler AVR ATMega16.

elektronika | April 14th, 2013 | 1 Comment
Share
     
Pin It  
  • Artikel Terbaru

  • Produk kacang mete

  • Tags