Elektronika Industri

Elektronika Dasar, Elektronika Digital, Rangkaian Elektronika, Komponen Elektronika, Download Materi Elektronika

Bunyi Hukum Ohm

Bunyi Hukum Ohm

Jika beda potensial pada ujung kawat dapat dipertahankan konstan, maka akan menimbulkan aliran muatan listrik atau yang disebut dengan aliran arus listrik. Definisi arus listrik (I) adalah jumlah muatan (Q) listrik yang mengaklir dalam penghantar tiap satuan waktu (t). Jadi 1 Ampere sama dengan 1 coulomb perdetik.

I = Q / t

Jika aliran muatan yang mengalir tidak tetap terhadap waktu, maka arus sesaat dapat dihitung sebagai :

Rumus Hukum Ohm

Rumus Hukum Ohm

Dalam SI, satuan kuat arus adalah Ampere (A), diambil dari nama Andre Marie Ampere (1775-1838), seorang ilmuwan kebangsaan Perancis.

Gaya gerak listrik suatu sumber adalah energi per satuan muatan yang dapat diubah dalam suatu proses reversible (proses yang dapat dibalik). Dalam satuan SI, satuan ggl adalah volt (V) yang sama dengan joule/coulomb. Suatu ggl menimbulkan beda potensial antar dua titik ujung dalam suatu rangkaian. Terdapat hubungan yang sangat erat antara ggl (e atau E) dengan beda potensial(V).

Gaya gerak listrik hanya berkait dengan pengubahan energi yang reversible, sedang beda potensial tidak muncul hanya dalam sumber ggl, tetapi juga muncul pada ujung hambatan tempat terjadinya perubahan energi listrik menjadi energi panas yang merupakan proses reversible.proses reversible dapat digambarkan pada proses sebagai berikut :

Energi listrik <——–> Energi kimia

Energi listrik <——–>Energi mekanik

Perlu diperhatikan bahwa sumber energi listrik tidak menghasilkan muatan, melainkan hanya memindahkan muatan bebas dari satu ujung titik ke titik ujung yang lain.

Bunyi Hukum Ohm Rangkaian listrik sederhana

Rangkaian listrik sederhana

Sakelar ditutup, maka arus listrik akan mengalir dari kutub positif batere menuju sakelar, melewati lampu dan  lampu akan menyala. Aliran elektron bergerak sebaliknya dari kutub negatif batere menuju lampu, melewati sakelar dan berakhir di kutub positif batere. Batere mengubah energi kimia menjadi energi listrik. Lampu mengubah energi listrik menjadi energi cahaya dan panas.

Reaksi oksidasi-reduksi melibatkan perpindahan elektron. Jika reaksi tersebut terjadi secara spontan, maka dapat dijadikan sumber arus. Proses ini dipakai sebagai dasar sumber elektrokimia.

Pada tahn 1826, George Simon Ohm menemukan suatu tetapan perbandingan yang menyatakan hubungan antara beda potensial pada ujung-ujung penghantar dengan besar arus yang mengalir pada penghantar tersebut dengan unsur-unsur ideal. Tetapan ini sering disebut dengan hukum Ohm.

Unsur-unsur kelistrikan ideal dalam rangkaian disebut juga unsur linear adalah, seperti : tahanan, induktor dan kapasitor yang harganya tidak berubah apabila tegangan yang terpasang diantara ujung-ujungnya berubah.

Hukum Ohm Menyatakan bahwa tegangan V antara ujung-ujung sebuah tahanan adalah sebanding dengan arus I yang melaluinya. Hubungan tersebut dituliskan sebagai :

V = R.I

dimana :

V    : tegangan, dalam Volt, V

I     : arus, dalam Ampere, A

R    : tahanan, dalam Ohm, W.

R merupakan besaran tetap/konstanta, persamaan 1 merupakan persamaan linear garis lurus V sebagai fungsi I dengan kemiringan R, tahanan R disebut tahanan linear atau resistor.

Hukum Ohm

Hukum Ohm

Tegangan V = R.I yang ditunjukan gambar 8a. menjelaskan sebuah penurunan tegangan , yakni tegangan antara titik a dan titik b, dimana tegangan pada titik a lebih tinggi dibanding dengan tegangan pada titik b. Sehingga arus mengalir dari titik a ke titik b.

Gambar 8b. Menunjukkan grafik hubungan V terhadap I dari sebuah tahanan R, yang disebut dedngan karakteristik tahanan. Apabila satu unsur tidak mengikuti persamaan (1), maka dikatakan persamaan tersebut tidak linear.

Bunyi Hukum Ohm

elektronika | December 2nd, 2012 | No Comments
Share
     
Pin It  
  • Artikel Terbaru

  • Produk kacang mete

  • Tags