Elektronika Industri

Elektronika Dasar, Elektronika Digital, Rangkaian Elektronika, Komponen Elektronika, Download Materi Elektronika

Perawatan dan Pemeliharaan Instalasi Listrik

Perawatan dan Pemeliharaan Instalasi Listrik

Pemeliharaan instalasi listrik meliputi program pemeriksaan, perawatan, perbaikan, dan uji ulang berdasarkan petunjuk pemeliharaan yang sudah ditentukan, agar keadaan instalasi selalu baik dan bersih, serta aman bila digunakan. Selain itu agar gangguan serta kerusakan mudah diketahui, dicegah atau diperkecil. Hal tersebut bertujuan agar pengoperasian instalasi listrik dapat berjalan lancar.

Seluruh instalasi listrik, tidak hanya bagian yang mudah terkena gangguan saja, tetapi juga pengaman, sambungan kabel, pelindung, dan perlengkapannya seperti papan pengenal dan rambu peringatan, serta bangunannya harus terpelihara dengan baik. Karena apabila instalasi listrik mengalami aus, penuaan atau kerusakan tentu akan mengganggu instalasi, maka secara berkala instalasi harus diperiksa dan diperbaiki, serta bagian yang aus, rusak atau mengalami penuaan harus segera diganti.

Peralatan tertentu seperti relay yang bagiannya lebih cepat terganggu sistem kerjanya karena mengalami aus, penuaan atau kerusakaan, harus secara berkala diperiksa dan dicoba, baik segi mekanis maupun listriknya.

 

1)   Perawatan dan Perbaikan Perlengkapan Instalasi Listrik

Pekerjaan-pekerjaan perawatan dan perbaikan perlengkapan instalasi listrik meliputi :

a)    Membersihkan kotoran dan debu-debu yang menempel pada perlengkapan instalasi listrik, misalnya lampu, fiting, sakelar, kotak kontak, PHB, dan sebagainya. Sebelum melakukan pembersihan, sakelar pemutus daya PHB dibuka dan bila perlu pengaman lebur (sekering) dilepaskan agar lebih aman.

b)   Memeriksa dan memperbaiki keadaan perlengkapan instalasi listrik lainnya, apabila ada yang kendor, maka sekrupnya dikencangkan lagi.

c)    Menjauhkan perlengkapan insalasi listrik dari sumber yang membahayakan, misalnya sumber api, sumber air dan sebagainya.

d)    Memeriksa dan memperbaiki keadaan fisik perlengkapan instalasi listrik yang meliputi :

(1)  Sekering

Sekring merupakan alat pengaman dari gangguan arus lebih ataupun hubung singkat. Di dalam beberapa sekering dipasang  kawat  perak sebagai sambungan sekering yang akan meleleh jika terjadi gangguan arus lebih atau arus hubung singkat. Ukuran sekering harus menurut aturan yang ditetapkan dalam PUIL (Peraturan Umum Instalasi Listrik) yaitu maksimal sebesar 2,5 kali arus nominalnya. Beberapa bentuk sekering diperlihatkan pada Gambar 24.

Sekering sumbat banyak digunakan dalam instalasi penerangan dan tenaga untuk arus listrik di bawah 60 ampere. Bagian-bagian sekering sumbat diperlihatkan pada Gambar 25.

(2)  Saklar-sakelar

Sakelar merupakan alat untuk menghubungkan dan memutuskan arus listrik, penempatan sakelar sebaiknya di tempat yang mudah dicapai, seperti di dekat pintu masuk ruangan.

Penyambungan sakelar dengan penghantar fasa jaringan listrik adalah secara seri.

Perawatan dan Pemeliharaan Instalasi Listrik

Gambar 24. Beberapa Bentuk Sekering.
1.Sekering patrun; 2.Sekering sumbat; 3.Sekering tabung;
4.Sekering gagang; 5.Sekering pita; 6.Sekering bebas letupan.

Gambar 25. Bagian-Bagian Sekering Sumbat.
1.Tempat sekering; 2.Sekerup; 3.Tubuh sekering; 4.Tutup kontak; 5. Sambungan sekering; 6.Kawat penunjuk; 7.Pegas penunjuk; 8. Tutup penunjuk.

Perawatan dan Pemeliharaan Instalasi Listrik Bentuk-Bentuk Saklar

Perawatan dan Pemeliharaan Instalasi Listrik
Bentuk-Bentuk Saklar

Cara memeriksa dan merawat sakelar adalah dengan memeriksa tutup sakelar, bila ada yang pecah maka harus diganti. Kemudian bukalah tutup sakelar dengan melepaskan sekrup-sekrupnya. Bila kontaknya kotor harus dibersihkan dengan ampelas halus. Bila kontaknya sudah aus, maka sakelar harus diganti. Sebelum melakukan perbaikan ini, aliran arus listrik dibuka atau diputuskan terlebih dahulu. Selanjutnya pemeriksaan pada kontak sakelar, masih berfungsi dengan baik atau tidak.

 

(3)  Stop Kontak

Stop kontak atau kotak kontak merupakan kotak tempat sumber arus listrik yang siap pakai. Berdasarkan bentuknya stop kontak dibedakan menjadi stop kontak biasa, stop kontak dengan hubungan tanah dan stop kontak tahan air. Sedangkan berdasarkan pemasangannya stop kontak dibedakan menjadi stop kontak yang ditanam dalam dinding dan stop kontak yang ditanam di permukaan dinding. Bagian-bagian dari stop kontak diperlihatkan pada Gambar 26.

Perawatan dan Pemeliharaan Instalasi Listrik Bagian-Bagian Stop Kontak

Bagian-Bagian Stop Kontak

Cara merawat dan memperbaiki stop kontak yaitu dengan memeriksa hubungan antara tusuk kontak dengan stop kontaknya. Bila kedudukan tusuk kontak goyah (kendor) akan terdengar suara gemerisik loncatan-loncatan bunga api  yang berarti hubungannya tidak baik, hal ini dapat diperbaiki dengan jalan membuka stop kontak tersebut dan mengatur lubang stop kontaknya dengan obeng atau tang kecil agartepat besarnya bila dimasuki tusuk kontak, apabila sudah tidak bisa lagi maka harus diganti dengan yang baru.

 

(4)  Fitting

Fitting merupakan alat untuk menghubungkan lampu dengan jaringan listrik secara aman. Dalam menyambung penghantar dengan kontak fitting, harus diperhatikan bahwa kontak sebelah dalam fitting dihubungkan dengan penghantar fasa, sedangkan kontak sebelah luar fitting yang berulir dihubungkan dengan penghantar nol dari jaringan listrik.

Bentuk dan bagian-bagian dari fitting diperlihatkan oleh Gambar 27 di bawah ini.

Perawatan dan Pemeliharaan Instalasi Listrik Bentuk dan Bagian Fitting

Bentuk dan Bagian Fitting

Perawatan dan Pemeliharaan Instalasi Listrik

elektronika | March 30th, 2013 | No Comments
Share
     
Pin It  
  • Artikel Terbaru

  • Produk kacang mete

  • Tags