Elektronika Industri

Elektronika Dasar, Elektronika Digital, Rangkaian Elektronika, Komponen Elektronika, Download Materi Elektronika

Rangkaian Flip-Flop

Rangkaian Flip-Flop

Rangkaian dasar flip flop diperlihatkan dalam gambar 2.21a dimana sebagai outputnya adalah Q1 dan Q2. Kita dapat melihat bahwa bila Q1 = 5 V maka Q2 = 0 V dan bila Q1 = 0 V maka Q2 = 5 V. dalam rangkaian khusus ini maka logika 1 ditunjukan dengan 5 V dan logika 0 ditunjukan dengan 0 V. untuk mendapatkan tegangan-tegangan tersebut maka rangkaiannya didesain sehingga bila T1 cut off (Q1 = 5 V) maka T2 dalam kondisi saturasi (Q2 = 0 V) dan sebaliknya.

Rangkaian Flip-Flop

Rangkaian Flip-Flop

(a) Rangkaian Dasar Flip-flop,
(b) T1 dalam kondisi saturasi,
(c)  T2 dalam kondisi CUT-OFF (ic2 = 0),
(d) Logic Block untuk Set Reset Flip-flop.

Rangkaian Flip-Flop. Untuk memperlihatkan fungsi tersebut, anggaplah T1 dalam kondisi saturasi dan T2 Cut-Off. Maka Q1 = 0 V dan ic2 = 0, seperti diperlihatkam dalam gambar 2.21b Dalam hal ini VBE1 = 0,7 V. Sehingga :

IC1 = (VCC – VC1) /Rc 

IC1 = (5,4 – 0) / 100 =  54 mA

i1   = VBE1 / R1   =0,7 / 200 = 3,5 mA

i2 = (VCC – VBE1) / (Rc + R2)

i2 = (5,4 – 0,7) / (1,1 + 103) = 4,3 mA

ib1  = i2 – i1 = 0,8 mA

Anggaplah transistornya mempunyai harga beta b = 100. perkalian iB1 dan b menghasilkan besar iC1 = iB1 x b = 80 mA. Harga ini lebih besar dari pada harga perhitungan di atas yaitu 54 mA, sehingga T1 mengalami saturasi dan iC1 = 54 mA. Tegangan Q2 didapat dari hukum Kirchof tegangan yaitu :

Q2 = VCC – RC.i2 = 5,4 – 0,43 = 5V

Berdasarkan gambar 2.8c maka bila T2 cut-off, maka tenagan basis-emitor harus kurang dari 0,7 V. Di sini dapat dilihat, karena T1 saturasi, maka Q1 = 0 V; demikian juga VBE2 = 0 V, jadi T2 sedang cut-off.

Rangkaian Flip-Flop

elektronika | November 18th, 2012 | 1 Comment
Share
     
Pin It  
  • Artikel Terbaru

  • Produk kacang mete

  • Tags